Minggu, 05 November 2017

Gambaran Ketangguhan Ibu dalam Mengasuh Anak Autis



          Autis merupakan gangguan perkembangan yang berat serta terjadi sepanjang kehidupan, namun perilaku ini dapat dikurangi dengan adanya penanganan dan pengasuhan yang tepat dari orang tua, keluarga, dan masyarakat. Usaha-usaha yang tepat dilakukan terhadap anak autis akan memengaruhi tumbuh kembangnya menjadi lebih baik dan berdaya guna. Keluarga khususnya ibu merupakan figur yang sangat penting berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak. Ibu yang mendidik dan merawat anak dengan kehangatan tentu akan lebih berdampak positif pada anak dibandingkan dengan ibu yang melakukannya sebagai tugas ataupun hanya keharusan semata tanpa melibatkan kehangatan. Harapannya pada ibu yang memiliki anak autis mampu menerima kondisi keterbatasan anaknya, memiliki pengetahuan, kesabaran serta penyesuaian diri positif dalam merawat dan menyikapi segala permasalahan selama mengasuh anak autis. Ibu yang sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi anaknya dan mampu menerima dengan keterbatasan anaknya maka akan menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri ibu. Disinilah letak pentingnya kepribadian tangguh sebagai kekuatan internal ibu agar tetap sehat di bawah tekanan permasalahan anak. Hal ini senada dengan penelitian dari Fitzgerald, dkk, 2002; Tomanik, dkk, 2004, dalam Estes, dkk, 2009) bahwa keberfungsian adaptif lebih baik pada anak-anak jika dihubungkan dengan peningkatan kesejahteraan pengasuhan ibu.
          Maddi dan Kobasa (1984) mengemukakan kembali bahwa individu yang mempunyai kepribadian ketangguhan memiliki kontrol pribadi, komitmen, dan siap dalam menghadapi tantangan, artinya perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri maupun di luar dirinya dilihat sebagai suatu kesempatan untuk tumbuh dan bukan sebagai suatu ancaman terhadap dirinya. Individu yang memiliki ketangguhan dianggap dapat menjaga tetap sehat meskipun mengalami kejadian-kejadian yang penuh dengan stres. Ketangguhan mempunyai serangkaian ciri atau sikap yang membuat individu tahan terhadap tekanan karena kepribadian ini menunjukkan adanya komitmen yang merupakan lawan dari alienasi, kontrol merupakan lawan ketidakberdayaan dan tantangan sebagai lawan dari takut atau situasi yang mengancam. 
          Mengingat masih sedikitnya penelitian yang memfokuskan ketangguhan sebagai variabel dependent dan ditujukan pada ibu sebagai pengasuh utama anak autis, maka penelitian ini menarik sekali dikaji lebih lanjut untuk memperkaya ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang psikologi positif, psikologi perkembangan, psikologi klinis dengan mengeksplorasi konsep ketangguhan pada ibu yang memiliki anak autis. Penelitian ini merupakan studi awal untuk menggambarkan konsep ketangguhan pada ibu yang memiliki anak autis. Hasil penggambaran ini juga bermanfaat bahwa dengan memiliki kepribadian tangguh akan berdampak positif pada pengasuhan ibu.
          Hasil penelitian sebelumnya terkait dengan pengasuhan ibu yang memiliki anak autis juga mendukung pendapat bahwa karakteristik kepribadian tangguh dapat mengarahkan ibu untuk mengasuh anak autis lebih baik lagi. Adapun penelitian-penelitian yang pernah dilakukan di antaranya, seperti penelitian yang dilakukan oleh Weiss (2002) pada 120 ibu- ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (40 ibu dengan anak autis, 40 ibu dengan anak mental retardasi, dan 40 ibu dengan anak yang perkembangannya normal). Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat tiga faktor dominan ibu dalam mengasuh anak ber- kebutuhan yaitu ketangguhan, dukungan sosial dan koping. Ketangguhan memiliki relevansi khusus sebagai variabel strategi koping sebab menggabungkan kemampuan koping dan adaptif elemen persepsi kognitif.
          Dalam penelitian ini, berdasarkan mean ketangguhan aspek tantangan, ibu memiliki nilai tantangan yang cukup baik. Ibu tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan dengan melihat kondisi keterbatasan anaknya, ibu berusaha dengan membawa anak kepada orang-orang profesional seperti dokter, psikolog, terapis serta memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah ataupun ke tempat terapis autis agar anak memiliki tumbuh kembang yang lebih baik. Keinginan dan harapan agar anaknya memiliki tumbuh kembang yang lebih baik, membuat ibu bersemangat, berpikir positif, tidak mudah menyerah, bersabar, terus berusaha dan berdoa. 
          Pada aspek tantangan ini, ibu juga berusaha dengan mencari informasi mengenai tumbuh kembang anak autis, tidak hanya terfokus oleh diagnosa dokter ataupun psikolog, tetapi ibu juga belajar sendiri dengan membaca informasi tentang anak autis bersumber dari buku, internet, informasi dari komunitas ibu yang memiliki anak autis juga. Ibu juga berusaha untuk memahami profil tentang kekuatan dan kelemahan anaknya sendiri. Profil dapat berasal dari kognisi, emosi dan perilaku anak. Hal ini bukanlah tugas yang mudah bagi ibu, butuh dukungan dari suami dan keluarga untuk lebih intens mengobservasi anak. Sastry & Aguirre, (2012) menjelaskan bahwa profil kekuatan dan kelemahan anak autis ini bertujuan untuk menentukan rencana dan strategi penanganan untuk mendukung partisipasi anak di sekolah ataupun di tempat-tempat lain.
          Setelah mengetahui profil kekuatan dan kelemahan anak, maka ibu dapat penjelasan yang lebih lanjut tentang penanganan yang tepat kepada orang-orang professional. Sastry & Aguirre (2012) juga menjelaskan bahwa seorang neuropsikolog atau neurologi dapat membantu ibu memahami bagaimana otak dan sistem saraf anak autis bekerja. Seorang psikolog pendidikan dapat membantu ibu memahami bagaimana aspek-aspek kognitif dalam memengaruhi performa akademiknya, selain juga merekomendasikan keterampilan, minat dan kekuatan khusus yang dapat dibangun bagi pembelajaran anak. Seorang yang ahli dalam integrasi indra dapat membantu ibu memahami persoalan-persoalan fisik dan indrawi dan menginformasikan cara mengakomodasi dan menangani perilaku anak-anak autis. Terapis fisik akan mengidentifikasikan dan menangani fungsi fisik yang lemah melalui latihan dan penanganan fisik. Bagi ibu dan keluarga bahwa kerjasama dengan orang-orang profesional sangat membantu dalam mengoptimalkan anak autis.

Tulisan di atas merupakan catatan dari artikel
Judul artikel             : Gambaran Ketangguhan Ibu dalam Mengasuh Anak Autis
Volume            : 1
Tahun terbit  : 2016
Alamat web artikel   : http://moraref.or.id/record/view/46972


Senin, 14 Maret 2016

tugas ict tulisanku "infused water"


infused water photo
                         Infused Water
      Air Yang Kaya Gizi dan Vitamin

     Haiii temen temennn…. Ada solusi nih buat kalian yang gak suka minum air putih ataupun jus buah, padahal sangat diperlukan buat tubuh kita lohh,, apalagi kegiatan kita sehari-hari yang membuat tubuh kita terasa lemas dan dehidrasi.
    di luar negri minuman ini dipopulerkan oleh blogger asal Oregon AS bernama Amy Pogue.

Senin, 07 Maret 2016

berita uin suka



Di tengah berbagai perubahan yang terjadi baik di lingkup internasional, regional, maupun nasional, UIN Sunan Kalijaga dituntut untuk terus berbenah diri agar tidak tertinggal. Berbagai perbaikan, perubahan, dan penyempurnaan baik menyangkut aspek peningkatan kualitas akademik maupun pemantapan manajemen terus dilakukan. UIN Sunan Kalijaga sudah mendapatkan akreditasi institusi dengan nilai "A" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). UIN Sunan Kalijaga juga sudahmemiliki sertifikat ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland.

video

video 1
hymne uin suka
jogjakarta
 

gambar

ict

ict training 3 selasa 8 maret 2016 :)))):)))

Senin, 18 November 2013

cara membuat batik lukis

Batik Lukis

Batik Lukis


Batik lukis menggunakan canting dan lilin. Warna sama seri di kedua-dua belah kain. Jalinan dan warna adalah penuh gaya serta mempunyai identiti corak tersendiri kerana dilukis oleh pandai tukang. batik lukis juga dikenali sebagai batik canting atau batik conteng