Gambaran Ketangguhan Ibu dalam Mengasuh Anak
Autis
Autis merupakan gangguan perkembangan
yang berat serta terjadi sepanjang kehidupan, namun perilaku ini dapat
dikurangi dengan adanya penanganan dan pengasuhan yang tepat dari orang tua,
keluarga, dan masyarakat. Usaha-usaha yang tepat dilakukan terhadap anak autis
akan memengaruhi tumbuh kembangnya menjadi lebih baik dan berdaya guna.
Keluarga khususnya ibu merupakan figur yang sangat penting berpengaruh dalam
proses tumbuh kembang anak. Ibu yang mendidik dan merawat anak dengan
kehangatan tentu akan lebih berdampak positif pada anak dibandingkan dengan ibu
yang melakukannya sebagai tugas ataupun hanya keharusan semata tanpa melibatkan
kehangatan. Harapannya pada ibu yang memiliki anak autis mampu menerima kondisi
keterbatasan anaknya, memiliki pengetahuan, kesabaran serta penyesuaian diri
positif dalam merawat dan menyikapi segala permasalahan selama mengasuh anak
autis. Ibu yang sudah bisa menyesuaikan dengan kondisi anaknya dan mampu
menerima dengan keterbatasan anaknya maka akan menumbuhkan nilai-nilai positif
dalam diri ibu. Disinilah letak pentingnya kepribadian tangguh sebagai kekuatan
internal ibu agar tetap sehat di bawah tekanan permasalahan anak. Hal ini
senada dengan penelitian dari Fitzgerald, dkk, 2002; Tomanik, dkk, 2004, dalam
Estes, dkk, 2009) bahwa keberfungsian adaptif lebih baik pada anak-anak jika
dihubungkan dengan peningkatan kesejahteraan pengasuhan ibu.
Maddi dan Kobasa (1984) mengemukakan
kembali bahwa individu yang mempunyai kepribadian ketangguhan memiliki kontrol
pribadi, komitmen, dan siap dalam menghadapi tantangan, artinya
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam diri maupun di luar dirinya dilihat
sebagai suatu kesempatan untuk tumbuh dan bukan sebagai suatu ancaman terhadap
dirinya. Individu yang memiliki ketangguhan dianggap dapat menjaga tetap sehat
meskipun mengalami kejadian-kejadian yang penuh dengan stres. Ketangguhan
mempunyai serangkaian ciri atau sikap yang membuat individu tahan terhadap
tekanan karena kepribadian ini menunjukkan adanya komitmen yang merupakan lawan
dari alienasi, kontrol merupakan lawan ketidakberdayaan dan tantangan sebagai
lawan dari takut atau situasi yang mengancam.
Mengingat masih sedikitnya penelitian
yang memfokuskan ketangguhan sebagai variabel dependent dan ditujukan pada ibu
sebagai pengasuh utama anak autis, maka penelitian ini menarik sekali dikaji
lebih lanjut untuk memperkaya ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang psikologi
positif, psikologi perkembangan, psikologi klinis dengan mengeksplorasi konsep
ketangguhan pada ibu yang memiliki anak autis. Penelitian ini merupakan studi
awal untuk menggambarkan konsep ketangguhan pada ibu yang memiliki anak autis.
Hasil penggambaran ini juga bermanfaat bahwa dengan memiliki kepribadian tangguh
akan berdampak positif pada pengasuhan ibu.
Hasil penelitian sebelumnya terkait
dengan pengasuhan ibu yang memiliki anak autis juga mendukung pendapat bahwa
karakteristik kepribadian tangguh dapat mengarahkan ibu untuk mengasuh anak
autis lebih baik lagi. Adapun penelitian-penelitian yang pernah dilakukan di
antaranya, seperti penelitian yang dilakukan oleh Weiss (2002) pada 120 ibu-
ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus (40 ibu dengan anak autis, 40 ibu
dengan anak mental retardasi, dan 40 ibu dengan anak yang perkembangannya
normal). Penelitian ini menghasilkan bahwa terdapat tiga faktor dominan ibu
dalam mengasuh anak ber- kebutuhan yaitu ketangguhan, dukungan sosial dan
koping. Ketangguhan memiliki relevansi khusus sebagai variabel strategi koping
sebab menggabungkan kemampuan koping dan adaptif elemen persepsi kognitif.
Dalam penelitian ini, berdasarkan mean
ketangguhan aspek tantangan, ibu memiliki nilai tantangan yang cukup baik. Ibu
tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan dengan melihat kondisi keterbatasan
anaknya, ibu berusaha dengan membawa anak kepada orang-orang profesional
seperti dokter, psikolog, terapis serta memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah
ataupun ke tempat terapis autis agar anak memiliki tumbuh kembang yang lebih baik.
Keinginan dan harapan agar anaknya memiliki tumbuh kembang yang lebih baik,
membuat ibu bersemangat, berpikir positif, tidak mudah menyerah, bersabar,
terus berusaha dan berdoa.
Pada aspek tantangan ini, ibu juga
berusaha dengan mencari informasi mengenai tumbuh kembang anak autis, tidak
hanya terfokus oleh diagnosa dokter ataupun psikolog, tetapi ibu juga belajar
sendiri dengan membaca informasi tentang anak autis bersumber dari buku,
internet, informasi dari komunitas ibu yang memiliki anak autis juga. Ibu juga
berusaha untuk memahami profil tentang kekuatan dan kelemahan anaknya sendiri.
Profil dapat berasal dari kognisi, emosi dan perilaku anak. Hal ini bukanlah
tugas yang mudah bagi ibu, butuh dukungan dari suami dan keluarga untuk lebih
intens mengobservasi anak. Sastry & Aguirre, (2012) menjelaskan bahwa
profil kekuatan dan kelemahan anak autis ini bertujuan untuk menentukan rencana
dan strategi penanganan untuk mendukung partisipasi anak di sekolah ataupun di
tempat-tempat lain.
Setelah mengetahui profil kekuatan dan
kelemahan anak, maka ibu dapat penjelasan yang lebih lanjut tentang penanganan
yang tepat kepada orang-orang professional. Sastry & Aguirre (2012) juga
menjelaskan bahwa seorang neuropsikolog atau neurologi dapat membantu ibu memahami
bagaimana otak dan sistem saraf anak autis bekerja. Seorang psikolog pendidikan
dapat membantu ibu memahami bagaimana aspek-aspek kognitif dalam memengaruhi
performa akademiknya, selain juga merekomendasikan keterampilan, minat dan
kekuatan khusus yang dapat dibangun bagi pembelajaran anak. Seorang yang ahli
dalam integrasi indra dapat membantu ibu memahami persoalan-persoalan fisik dan
indrawi dan menginformasikan cara mengakomodasi dan menangani perilaku
anak-anak autis. Terapis fisik akan mengidentifikasikan dan menangani fungsi
fisik yang lemah melalui latihan dan penanganan fisik. Bagi ibu dan keluarga
bahwa kerjasama dengan orang-orang profesional sangat membantu dalam
mengoptimalkan anak autis.
Tulisan di atas
merupakan catatan dari artikel
Judul artikel : Gambaran
Ketangguhan Ibu dalam Mengasuh Anak Autis
Volume : 1
Tahun terbit : 2016
Alamat web artikel : http://moraref.or.id/record/view/46972


